Talawi, 13 Juli 2026 – Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Talawi menerima kunjungan silaturahmi Ketua LKAAM Kota Solok bersama Ketua dan Pengurus KAN Lubuak Sikarah, Kota Solok, pada Senin (13/7/2026) di Kantor KAN Talawi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua beserta Pengurus KAN Talawi, Ketua dan Pengurus KAN Lubuak Sikarah, serta didampingi oleh Ketua LKAAM Kota Solok. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sebagai wujud mempererat hubungan antara Lubuak Sikarah dan Lubuak Simauang, dua wilayah yang memiliki ikatan sejarah dan nilai adat Minangkabau.

Selain mempererat tali silaturahmi, kunjungan tersebut juga diisi dengan prosesi maunjuak siriah carano, yaitu penyampaian sirih dalam carano kepada KAN Talawi sebagai bentuk penghormatan sekaligus undangan resmi untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nagari dan kegiatan Silaturahmi Tuo Silek yang akan dilaksanakan oleh KAN Lubuak Sikarah pada Kamis tanggal 16 Juli 2026.

Prosesi maunjuak siriah carano merupakan salah satu tradisi luhur dalam adat Minangkabau yang mencerminkan penghormatan kepada pihak yang diundang. Tradisi ini menjadi simbol bahwa sebuah undangan tidak sekadar disampaikan melalui lisan atau tulisan, tetapi juga melalui tata cara adat yang sarat makna dan menjunjung tinggi nilai kesopanan serta penghormatan.

Ketua KAN Talawi, Mak Aljasri Datuak Abubakar, menjelaskan bahwa pada masa dahulu masyarakat Minangkabau memiliki tata cara tersendiri dalam menyampaikan undangan kepada seseorang atau suatu kaum.

Menurut beliau, apabila hendak mengundang atau menghimbau seseorang untuk menghadiri suatu acara adat, maka dilakukan dengan maunjuak siriah, yakni menghadapkan atau menyerahkan daun sirih yang disusun dalam carano kepada pihak yang akan diundang sebagai lambang penghormatan dan kesungguhan.

Beliau menyampaikan apresiasi kepada KAN Lubuak Sikarah yang hingga saat ini masih mempertahankan tradisi tersebut dalam setiap kegiatan adat.

“Tradisi seperti inilah yang patut terus kita pelihara bersama. Selain mempererat tali silaturahmi antarsesama ninik mamak, tradisi maunjuak siriah carano juga menjadi pengingat bahwa adat Minangkabau memiliki tata krama dan nilai luhur yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Mak Aljasri Datuak Abubakar.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat Minangkabau tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Melalui silaturahmi serta pelaksanaan tradisi adat secara konsisten, KAN Talawi dan KAN Lubuak Sikarah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan adat salingka Minangkabau agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *